Bismillahirrahmaanirahiim....
Hallo gayssssss!! Wauuu udah lama gak nyorat nyoret kertas bikin imajinasi abstrak terus disatuain dengan cinta jeng jeng jeng!!! Jadilah serangakaian tips sederhana ini wekaweka!!
Oyaa apa kabar semuaa sahabat aksaraku yang cantek dan ganss??? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Tetap santuy dan Jan lupa investasiin sholawat yaaa hahahaha..
Ini nihh.. hari ini aku mau share tips-tips dikit aku tentang dunia kemahasiswaan. Aliasss ngampus gess.. pernah gk dengar kata-kata "organisasi kampus? Terus aktivis kampus? Atau Kuliah Kupu-Kupu bak datang, duduk, pulang? Omaigattt parahh... Aku yakin kata-kata itu sering nyangkut telinga kita, apalagi jika kita sudah bergelar MAHASISWA. Ooyaaa. Btw akyuu sudah jadi mahasiswa sekarang lhooo. Lebih tepatnya Mahasiswi. Alhamdulillah yaa sesuatu.. Alhamdulillah segala puji kepada Allah akhirnya aku sudah bisa melepas tanggung jawab ku sebagai seorang siswa .. gak seragam putih abu-abu lagi, gk ada piket kelas lagi, gk ada apel pagi lagi, gk ada OSIS OSIS an lagi!! Eeetttt Salah!!!! Bukan seperti itu minsdet nya.. Mahasiswa justru lebih punya tanggung jawab besar lagi. Ingattt MAHAsiswa. Maha artinya besar, tinggi, berat apalah lagi artinya itu kalian bisa persepsikan sendiri. Artinya kita kita sebagai seorang mahasiswa jelas sudah memiliki kehidupan yang berbeda daripada seorang siswa. Kehidupan baru, nafas baru, cara baru, dan bahkan dituntut menciptakan sesuatu yang bersifat baru.
Mahasiswa sebuah kata yang mempunyai makna besar, perubahan besar dari peran lama menjadi peran baru, dunia baru, nafas baru, dan kehidupan baru. Memulai babak baru, menjadi maha atas kesiswaan, tanggung jawab yang lebih besar, tuntutan sistematis dan kritis dalam pola pikir, serta sikap mempertahankan dan memunculkan argumen-argumen logis terhadap semua permasalahan yang ada di lingkungannya, dan diharapkan mampu memunculkan alternatif penyelesaian terhadap segala permasalahan lingkungan. Mahasiswa juga merupakana calon intelektual dan cendekiawan dalam suatu lapisan masyarakat yang seringkali syarat dengan berbagai prestasi.
Mahasiswa pada tuntutannya dianggap sebagai seorang yang memiliki potensial untuk memahami perubahan dan perkembangan didunia pendidikan dan lingkungan masyarakat. Yang memangku jabatan sebagai agen off change. Tau kan artinya apa.. yaa Sesuai dengan artinya, agen perubahan, sebagai mahasiswa juga berperan sebagai agen peruahan di masyarakat. Mahasiswa menjadi salah satu harapan bangsa agar bisa berubah kearah lebih baik.
Lalu muncul pertanyaan, bagaiamana kehidupan kritis mahasiswa? Semuanya akan terjawab sesuai dengan individu masing-masing selaku mahasiswa. Ada dua jenis tipe mahasiswa, yakni mahasiswa dengan koleksi namtage dan baju kepanitiaan berjibun, dan mahasiswa dengan lembar fotocopian bertumpuk-tumpuk. Ada diantara mereka yang sibuk dengan rapat, dan ada juga yang sibuk memanjakan otaknya dengan buku-buku. Pada intinya, kehidupan kampus bagi para mahasiswa bergantung pada dan seperti apa mahasiswa itu sendiri menjalaninya. Namun, pilihan mereka dalam menjalani kampus sangat berpengatuh dengan persentasi kesuksesannya. Mengapa demikian? Karena kesuksesan tidak hanya bisa dibuat dan dibangun dengan selembar ijazah, kesuskesan menuntut manusia untuk bisa mejadi manusia baru yang lebih dari peniliti, pengajar, tetapi harus menjadi pemimpin. Menjadi pemuda yang langkahnya bisa mebawa perubahan. Langkah mahasiswa untuk menuju suatu perubahan bukan suatu hal yang mudah untuk dicapai dengan hanya belajar saja. Berbagai rintangan yang harus dilalui selama berada dilingkungan kampus harus memiliki strategi yang baik sesuai dengan tujuannya. Menjadi mahasiswa bukanlah hal yang mudah, mahasiswa dituntut untuk lebih aktif belajar sendiri.
Mahasiswa digolongkan kedalam dua kelompok, yaitu mahasiswa yang apatis dan mahasiswa yang aktif terhadap organisasi kampus. Mahasiswa yang apatis merupakan mahasiswa yang aktif terhadap perkuliahan saja., segala sesuatu diukur dari indeks prestasi kumulatif yang tinggi dan dapat meraih gelar sarjana secepatnya. Sedangkan mahasiswa aktif adalah mahasiswa yang berperan aktif terhadap berbagai organisasi kemahasiswaan dikampus, maupun diluar kampus yang biasanya sering disebut dengan “aktifis kampus”. Kedua jenis mahasiswa tersebut memiliki perbedaan yang kontras ketika memasuki dunia kerja, mengapa?? Karena jelas, bahwa mahasiswa aktifis memiliki kemampuan sosialisasi yang tinggi dengan orang lain, selain itu, dengan bergabung kedalam suatu organisasi mampu melatih mahasiswa untuk menyusun dan menemukan strategi, memanage waktu, diri sendiri dan orang lain. Seorang mahasiswa juga akan mendapatkan nilai tambah, jika ia tidak hanya sibuk dnegan nilai akademik tetapi juga aktif berorganisasi karena dengan berorganisasi seseorang akan terbiasa bekerjasama dengan orang lain, memilki jiwa kepemimpinan, belajar tentang time work, bagaimana memerintah dan diperintah, serta menjadi kontributor dalam pemikiran dan tindakan. Kemampuan tersebutlah yang dibutuhkan di dunia kerja.
Namun, dari pernyataan diatas tidak bisa dipungkiri masih banyak mahasiswa yang enggan megikuti kegiatan kemahasiswaan. Berbagai alasan yang mendasari seorang mahasiswa yang tidak ingin ikut dalam organisasi kemahasiswaan salah satunya adalah karena takutnya akan nilai prestasi akademik yang menurun dan mereka beranggapan bahwa kegiatan organisasi akan membuat mahasiswa menunda pekerjaan akademik dan mendahulukan organisasi. Kemudian bagaimana cara kita memecahkan permasalahan tersebut? Sebenarya permasalah tersebut bukanlah suatu hal yang sulit untuk terjawabkan, karena pada dasarnya kita memang dihadapkan untuk memilih salah satu dari pilhan tersebut, yaaa organisasi atau kuliah? Bukan untuk memilih, tetapi menyeimbangkan antara keduanya. Masing-masing mahasiswa memiliki hak untuk mengikuti suatu organisasi atau tidak. Namun , masing-masing mahaiswa pun memiliki keuntungan dan kerugian tehadap pilihannya. Sehingga muncul sebuah kalimat “ Kuliah Nomor Satu, Organisasi tidak dinomor duakan” . artinya, kita dituntut untuk tetap memprioritaskan perkuliahan, namun tetap mementingkan organisasi. Karena keduanya saling berkaitan dan saling melengkapi.
Dan sekarang aku ingin ngasih Cara terbaik menurt aku untuk memposisikan organisai dan kuliah yaitu dengan kepandaian seserang untuk memanajemen waktu dan memposisikan diri. Berikut cara memanajemen waktu dan diri :
1. Pikirkan kembali tujuan kita sebagai mahasiswa
Tujuan awal kita sebagai mahasiswa tentunya adalah belajar atau melakukan sistem perkuliahan. Namun, tujuan kuliah bukan hanya belajar akademik saja, kuliah, kuliah dan kuliah. Tetapi akan lebih bearti jika kita mampu mengembangkan diri, melatih soft skill, mampu beradaptasi dengan lingkungan bukan hanya terbatas pada ruang kelas saja tnpa terjun ke lingkungan.
2. Fokus pada fundamentall skill
Artinya, kita harus mengetahui dan mengenali karakter belajar kita itu seperti apa. Bagaiamana sistem belajar yang efektif untuk kita, dengan kata lain kita harus belajar cara belajar. Mengapa demikian?, hal ini sangat memudahkan kita untuk mengatur waktu kita belajar agar seimbang dengan waktu luang kita diluar organsasi. Belajar tidak harus sesulit dan secapek yang dipikirkan, buat diri senyaman mungkin ketika belajar.
3. Kenali prioritas
Kita harus pandai menentukan prioritas, buat jadwal pekerjaan dan kewajiban kita. Letakkan pekerjaan dan kewajiban yang paling penting diatara yang penting. Selain itu, kita juga harus pandai menentukan hal yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilaakukan. Kesampingkan hal yang tidak harus kita lakukan, seperti, browsing medsos yang hanya sekedar hiburan, atau sekedarmain game, merefresingkan otak memang perlu, tapi jangan sampai hal tersebut dapat mengenyampingkan hal-hal yang justru lebi penting.
4. Cermat, cakap terhadap jadwal kuliah
Akan lebih baik jika kita mencek terlebih dahulu beban sks sebelum memutuskan bergabung suatu organisasi mahasiswa. Karena dari sini kita bisa mengetahui bentrok atau tidak jadwal matkul kita dengan jadwal organisasi kita.
5. Ciptakan target dan pencapaian yang realistis
Buat target dan tujuan pencapaian kita, fokuskan untuk mencapai satu persatu target terlebih dahulu baru target berikutnya.
6. Konsisten terhadap rencana yang sudah dibuat
Semua rencana dan prosedur yang telah kita buat harus dilakukan secara konsisten. Jangan mencoba keluar dari prosedur karena akan berdampak pada rencana selanjutnya. Kecuai jika prosedur tersebut mendapatkan langkah yang lebih efektif dari sebelumnya.
7. Selalu taat dan menomor satukan ibadah
Karena pada dasarnya, kunci kesuksesan seseoarang tidak hanya bergantung pada langkah-langkah jenius yang dibuatnya, melainkan juga dengan adannya doa dan restu orang tua.
8. Perbesar relasi dan komunikasi dengan orang lain
Membangun relasi dengan orang lain sangat berpengaruh terhadap kesuksesan kita, hal ini jelas terbukti, bahwa semakin kita kenal dengan orang ain dan orang ain mengenal kita, maka bantuan dan dukungan selalu berpihak pada kita.
9. Bersyukur
Jangan lupa bersyukur atas pencapaian yang kita dapatkan, jangan pernah merasa puas terhadap kesuksesan yang kita peroleh, mengapa demikian, persepsi untuk sellau membutuhkan kesuksesan adalah caraterbaik untuk mengembangkan diri menjadi yang lebih baik lagi. Bentuk syukurkita juga beragam macam, terlabih apa yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi orang lian. Seperti bentuk syukur yang kita wujudkan dengan slaing membantu satu sama lain, ringan tangan atau membantu orang lain menemukan kesuksesannya.
Oke gys.. kyknya itu aja tips memanajemen waktu terlebih ketika posisi kita sebagai seorang aktivis kampus dan pejuang akademik. Semoga bermanfaat!! Dan semoga apa yang aku sampaikan mampu aku dan kalian terapkan secara konsisten kedepannya, aamiin. Oyaa doain juga biar aksara ku ini bisa terus berkembang dengan bantuan dari kritikan-kritikan kalian semua.. okee sampai jumpa di tulisan ku selanjutnya!! Bay bay tengkyu udah watching dan reading!!
Mon maaf ada salah kata, wassalamu'alaikum wr wb. Love you guys❤️❤️
MasyaAllah bagus bangett,,lanjutin karya2mu ya mba,ini sangat membantu buat para mahasiswa baru yang kebingungan memilih antara organisasi dan kuliah
BalasHapus